Saturday, 27 April 2013

Menepis Duka, Memohon Keturunan



Sunday, June 14, 2009 at 8:03pm

Menikah...hamil...dan mempunyai anak - anak yang lucu - lucu dan sholeh - sholehah adalah dambaan tiap pasangan. Sejatinya memang demikian ya...tapi ternyata ada di antara kita yang Allah takdirkan tidak mempunyai anak ( mandul ). Inilah rahasia alam ghaib Allah dalam QS Asy Syura : 49 - 50, sunnatullah berlaku ada yang mempunyai keturunan dan ada yang tidak ( belum ? ). 

Aku adalah termasuk golongan yang tidak / belum dikaruniai keturunan.Aku menikah sejak th.1992. Tentunya ujian silih berganti dari berbagai arah berkaitan dgn hal ini, tapi saya dan suami mengganggap hal ini adalah ujian Allah. Kami berharap dengan ujian ini bisa lebih bersabar, mencari keridhaanNya dengan memperbanyak amal - amal shaleh yang memberikan manfa'at kepada kami nanti di akhirat, dimana saat itu harta dan keturunan tidak bisa memberi manfa'at apa - apa, kecuali orang - orang yang datang dengan hati yang bersih.

Dalam hadits Rasulullah saw bersabda : " Jika anak adam mati, maka terputuslah amalnya, kec.3 perkara : shadaqatin jaariyaatin, aw 'ilmin yuntafa'u bihi, aw walidin shoolih yad 'uu lahu." ( HR At Tirmidzy, Ibnu Majah, Al Bukhary ). Awalnya aku sering sedih mengingat hadits ini karena anak sholeh yang mendoakan menjadi pertanyaan besar bagiku.Sampai akhirnya tahun 1993 seorang Ustadz ketika kajian hadits membesarkan hatiku, dengan mengatakan anak sholeh yang kita turut mendidiknya dengan ikhlash, Insya Allah tidak akan lupa juga mendoakan.

Tergerak...dari sanalah aku membuat TPA di rumah kontrakanku yang sempit.Sampai kemudian tahun 1995 aku ijin kepada Bapak Ibu untuk membangun TPA di tanah belakang rumah Bapak. Dengan kerjasama berbagai pihak alhamdulillah anak - anak yang semakin banyak di pindahkan ke kelas - kelas yang baru.Terlihat wajah - wajah yang semakin ceria belajar Al Qur'an di TPA Asy Syahidah. Sampai akhirnya aku bersama guru - guru juga merintis RA / TK Islam Asy Syahidah.Ya Allah saksikan kami turut mempersiapkan Syahid - Syahidah di jalanMu. Semoga mereka selalu mengamalkan apa yang telah kami tanamkan sejak dini. aamiin

Duka dengan bunyi hadits di atas akhirnya berlalu...., apalagi sekarang aku melihat Allah mengabulkan do'a kami. Alhamdulillah...beberapa anak - anak ( anak didik tertua kami mahasiswa tkt I ) telah menjadi generasi penerus dakwah.Allahu Akbar !!! Jadi jangan remehkan pekerjaan yang nampaknya kecil, yang jika diopeni ( ditelateni ) bisa berbuah besar.Katakan dengan bangga : " AKU GURU TPA ! " AKU GURU TK ! " Jangan lagi katakan : " Aku cuma guru TPA. " " Aku cuma guru TK ". CUMA ????

Menjadi guru TK Islam sudah menjadi nafas hidupku. Meski tak lagi duka karena setiap hari bergaul dengan berbagai karakter anak - anak yanag unik dan lucu. Aku dan suami sampai sekarang tetap bahu membahu saling memberi kesabaran, karena iman sesorang sangat fluktuatif. Dan karena Allah sendiri menjanjikan dalam QS Az Zumar : 10 : " Sesungguhnya hanya orang - orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. "

Apalagi kami bukan satu - satunya yang tidak mempunyai keturunan. Dari generasi ke generasi selalu ada orang yang tidak mempunyai keturunan. Bahkan dari kalangan para Nabi, Sahabat, Ulama dan orang - orang sholih. Merka adalah : Yahya bin Zakaria, Isa bin Maryam, Aisyah istri Rasulullah saw, Asiah istri Firaun, Ummu Kultsum, Abdullah bin Rawahah - penyair, Bilal bin Rabah. bahkan Imam Hammad bin Salamah pernah menikah 70 kali dan sama sekali tidak mempunyai anak ! Meski demikian mereka tetap meninggalkan warisan yang lebih baik dari anak, sehingga mampu mengangkat kedudukan mereka pada hari kiamat." Ya Allah, kami mohon agar disatukan dengan mereka di syurga, yang luasnya seluas langit dan bumi! " aamiin.

Berdo'a dan banyak istighfar, tentunya juga selalu kami lakukan khusus untuk hajat ini seperti do'a dalam
QS Ali Imran : 38 - 39. Dan kami mengusahakan waktu - waktu terijabah :
- Tengah malam
- Sesudah sholat wajib
- Antara adzan dan iqamat
- Waktu sujud
- Ketika berbuka puasa
- Waktu turun hujan

Dengan kondisi kami yang seperti ini, alhamdulillah kesempatan untuk mempergunakan waktu juga relatif lebih leluasa.Aku dan suami berharap bisa selalu dalam ketaatan pada Allah melalui selalu mentafakuri ayat - ayat Allah. Di Ma'had Al Hikmah kami berdua belajar agama, sekarang alhamdulillah sudah semester akhir.

Terapi kami lakukan awalnya dengan dokter, karena berbagai pertimbangan, sekarang kami mencoba alternatif Thibbun Nabawi. Sampai kami berdua ikut pelatihan TN di Bekasi. Kami tetap optimis cepat / lambat Insya Allah mempunyai keturunan, pelanjut risalah dakwah. aamiin.

Kami selalu menepis duka, memohon keturunan. 

0 comments:

Post a Comment