Friday, 9 August 2013

Kiat Mendidik Shoum Pada Anak Usia Dini

Perintah shoum memang diwajibkan hanya untuk muslim yang sudah baligh, tetapi sebagai orang tua  tentunya kita ingin ananda berlatih shoum sejak dini agar kelak ketika kewajiban tersebut sudah ada, maka ananda tidak akan merasa berat melaksanakannya.
Ada beberapa kiat yang mungkin dapat sedikit banyak membantu para bunda dalam mendidik shoum pada anak usia dini. Selamat menyimak,
1. Persiapan,
Perkenalkan arti shoum dan doa berpuasa serta berbuka puasa dengan nasyid baik yang beredar di pasaran maupun yang diajarkan para guru di sekolah. Jangan segan untuk merekam nasyid Ramadhan dari suara merdu guru ananda, karna ini sangat membantu bunda untuk mengulang - ulang di rumah. Dari mulai nasyid bangun sahur, apa arti puasa, bulan Ramadhan datang, godaan puasa dan masih banyak nasyid yang akan membantu pemahaman anak tentang ibadah dalam bulan Ramadhan. Karena dengan nasyid terbukti metode ini lebih effektif untuk anak usia dini ketimbang metode ceramah. Untuk memperkaya bunda juga bisa menggunakan metode bercerita apalagi kalau memakai alat peraga boneka tangan, kartu, cd dan lainnya tentu anak akan sangat bergembira.
Di sekolah usia dini biasa menyambut Ramadhan dengan sukacita, pawai tarhib Ramadhan dengan memakai topi hias, baju muslim terbaik, membawa bendera dan spanduk kecil semua bertema Ramadhan. Tak ada salahnya di rumah, bunda juga mengekspresikan kegembiraan menyambut tamu agung bernama Ramadhan ini dengan bersama ananda dan ayahanda serta anggota keluarga lainnya membereskan rumah dengan mengatur kembali tata letak perabotan agar tidak bosan, menghias rumah dengan tulisan tema Ramadhan, menempel jadwal imsakiyyah, mendisplay koleksi buku tema Ramadhan, dan banyak hal yang bisa bunda lakukan bersama ananda, yang penting semua harus dilakukan dengan ikhlash, gembira, dan tidak memaksa.
Usahakan tidak melaksanakan acara beres - beres ini pada H - 1 karena akan sangat lelah dan akhirnya menghalangi ananda untuk bergembira datang ke Masjid untuk tarawih. Jangan lupa acara penyambutan ini diselingi dengan istirahat sambil bercerita tentang akan datangnya tamu agung ditemani kudapan kesukaan anak dan es buah segar misalkan. Hmmm pasti ananda akan terkenang selalu bahagia masa kecil menyambut Ramadhan. Subhanallah
2. Sholat Tarawih 
Siapkan alat sholat yang bersih dan wangi untuk ananda, pakaikan baju muslim terbaiknya.Karena ini adalah malam pertama tarawih, buat sebaik mungkin dalam persiapan. Lakukan pijakan yang kuat tentang adab di Masjid tentunya dengan bahasa yang bijaksana tanpa harus banyak melarang. Perkirakaan waktu setepat mungkin jangan terlalu lambat karena akan memancing emosi bunda jika berjalan mengejar waktu dan jangan juga terlalu cepat hadir di Masjid karena dikhawatirkan untuk tipe anak yang cepat bosan, dia akan membuat polah yang kurang nyaman. Jangan lupa siapkan infaq yang akan ananda masukkan ke dalam kotak infaq yang diedarkan. Pulang tarawih boleh semua anggota keluarga bermaaf - maafan agar lebih lapang dada, ikhlash, bersih fisik dan jiwa menghadapi Ramadhan.
3.Sahur
Sejak pagi hari saat bunda belanja diskusikan menu yang diinginkan ananda. Cukupkan unsur gizi pada makanan dan minuman ananda agar staminanya terjaga saat shoum. Cukup karbohidrat, mineral, vitamin, serat, protein, lemak, dan cukup dalam konsumsi air putih. Ingat vitamin nafsu makan jangan berikan saat sahur karena akan membuat ananda sebentar kemudian lapar. Waktu membangunkan sahur adalah tantangan tersendiri bagi bunda, harus tepat dalam membangunkan sahur ananda jangan terlalu cepat sehingga anak akan mengantuk dan jangan terlalu dekat waktu imsak sehingga sahur dengan terburu - buru. Buat kesepakatan ketika akan memasang alarm. Bangunkan dengan lembut dan penuh kasih sayang, temani anak ke kamar mandi untuk menyikat gigi, cuci muka, bak dan wudhu lebih utama.Makan sahur sekeluarga dengan doa atau niat sahur yang di jahrkan dipimpin ananda akan sangat membanggakan
Buat suasana rumah bergairah dengan menyetel kaset murottal Qur'an atau nasyid Ramadhan. Semua anggota keluarga berwajah cerah saat sahur karena malaikat turun ke bumi sepertiga malam untuk turut mendoakan.Jadi ayah bunda jangan sia - siakan kesempatan ini untuk lebih taqorrub ilallah.
Adakan perjanjian jam berpuasa. Karena masih belum ada kewajiban dan masih tahap berlatih kita bisa toleransi jam buka zhuhur dan lanjut shoum kembali sampai Maghrib. Setiap anak punya kapasitas berbeda, jadi latihlah anak untuk shoum dengan gembira bukan dengan paksaan. Untuk reward kita bisa gunakan bermacam metode bisa dengan poin bintang kemudian berapa bintang ditukar segelas kolak atau alat tulis.Sekali lagi semua berdasarkan kesepakatan bunda dan ananda.
4.Imsak dan Subuh
Bunda perkenalkan apa itu imsak dan Subuh agar anak bisa mulai mengetahui batasan - batasan. Saat imsak kita masih boleh makan minum tetapi jangan terlalu kenyang karena perut akan sakit dan susah bernafas. Imsak harus sudah bersiap - siap berhenti ibarat lampu kuning dalam lalu lintas dan Subuh adalah lampu merah saat kita stop makan minum sampai saat berbuka nanti ( lampu hijau ). Waktu antara selesai sahur dengan menunggu Subuh juga ada  tantangan mengantuk. Kita bisa isi dengan  mengenalkan akan janji Allah. balasan syurga di akhirat berupa istana dengan taman yang sangat indah, apapun yang kita inginkan akan dikabulkan Allah SWT.
Bunda juga bisa menceritakan bahwa puasa adalah juga agar kita bisa merasakan penderitaan lapar kaum dhuafa, sehingga ananda akan lebih bersyukur dan qona'ah dengan apa yang diberikan Ayah Bunda. Bunda juga bisa mengisi waktu antara ini dengan muroja'ah mengulang bersama juz 30. Menunggu Subuh dengan menonton tivi haruslah diwaspadai isi acara tersebut mendidik atau tidak. Karena banyak hiburan saat waktu sahur penuh lawakan yang tidak bermutu dan akan merusak karakter ananda. Jadi bijaklah bunda dalam memilih hiburan tv khususnya saat Ramadhan.
Sholat Subuh usahakan bisa berjama'ah di Masjid dengan ayah sebagai tokoh panutan. Setelah Subuh bersegera pulang untuk istirahat, apalagi jika pagi hari ananda sekolah. Biasanya saat Ramadhan sekolah masuk lebih siang untuk memberi kesempatan ananda beristirahat. Pagi hari saat ananda bangun sambut dengan wajah cerah, ciuman hangat dan doa bangun tidur. Ingat ini hari puasa jadi tidak membawa makan minum ke sekolah. Kita semua belajar menahan makan, minum dan nafsu atau keinginan marah dan keinginan yang tidak baik lainnya
5. Mengisi hari - hari Ramadhan
Waktu sekolah saat Ramadhan juga lebih singkat agar semua pihak dapat memanfaatkan waktunya untuk beristirahat untuk menjaga stamnina karena ibadahnRamadhan yang kita inginkan adalah berkuantitas dan berkualitas. Bunda harus siapkan stok sabar berkali lipat dibanding hari biasa, di sinilah ujian kesabaran kita benar - benar teruji. Insya Allah kalau bunda sudah siapkan sebelum datangnya Ramadhan berupa kekuatan ruhiyyah, jasadiyyah dan ilmiah semua akan diberi kemudahan oleh Allah SWT. Aamiin
Bunda bisa bekerjasama dengan guru anak usia dini, mereka banyak stok games, stok cerita, stok kiat - kiat. Bunda harus tertantang lebih kreatif menggunakan media yang ada di lingkungan rumah, agar anak betah bersabar menunggu saat berbuka puasa sesuai dengan kapasitasnya. Ada anak murid TK saya yang sudah bisa berpuasa full tanpa buka zhuhur dan sholatnya juga sudah lima waktu. Memang untuk anak usia dini belum terlalu banyak yang seperti ini semua berpulang kepada sejauh mana daya dukung internal maupun eksternal. Kita tidak bisa membanding - bandingkan tiap anak. Biarkan semua berjalan sesuai tahapannya.
6. Saat berbuka
Inilah saat yang paling menggembirakan di dunia yaitu saat berbuka puasa dan kelak di yaumil akhir kita akan lebih bergembira dengan diijinkannya makhluk-Nya menatap wajah Khaliqnya. Allahu Akbar. Ajarkan ananda untuk berbuka sesuai sunnah Rosul SAW dan ini perlu contoh dari bunda. Berbukalah segera begitu adzan Maghrib berkumandang( beda dengan sahur ya yang sunahnya di akhirkan ), jangan lupa berdoa duku sebelum meneguk minuman manis dan hangat. Makanlah camilan manis karena kita perlu segera mendapatkan energi dan sebaik - baiknya makanan pembuka seperti Rosul SAW kurma, madu dan air putih. Sediakan di rumah ya bunda. Untuk madu agar lebih mudah dicerna campur dengan air hangat. Kalaumsudah dibiasakan sejak dini dengan makanan minuman sunnah ini, anak akan menyukainya. Lebih sehat dan lebih nyunnah. Alhamdulillah
Demikian bunda kiat - kiat Ramadhan ini memang belum lengkap, kita bisa share dari para bunda dan pendidik lainnya. Bagi bunda yang punya kiat bagus silahkan menulis di komen untuk kebaikan, amal sholeh berbagi ilmu pada pembaca lainnya. Selamat melaksanakan ibadah bulan Ramadhan dengan lebih khusyu.
Mohon maaf lahir dan bathin.
-syahidah peduli-

0 comments:

Post a Comment